Sejarah Panjang Timah di Kepulauan Bangka Belitung
PANGKALPINANG, LELEMUKU.COM – Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah terbesar di Indonesia. Sejarah penambangan timah di wilayah ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah selama puluhan tahun.
Pada masa kolonial, kekuasaan Belanda mendapat perlawanan dari Depati Barin dan putranya Depati Amir yang dikenal sebagai Perang Depati Amir pada 1849 hingga 1851. Kekalahan perang tersebut menyebabkan Depati Amir diasingkan ke Desa Air Mata Kupang, Nusa Tenggara Timur. Perlawanan ini menjadi simbol perjuangan rakyat Bangka melawan penjajah.
Pada zaman Jepang, Keresidenan Bangka Belitung diperintah oleh pemerintahan militer Jepang yang disebut Bangka Beliton Ginseibu. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda membentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946 yang selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka. Berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950, wilayah ini kembali bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Saat ini, sektor pertambangan masih menjadi penopang utama perekonomian Bangka Belitung. Industri pengolahan timah memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Pemerintah daerah terus berupaya mengelola sumber daya alam ini secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.